Mengalah itu bukan cuma milik kakak..

Terinspirasi oleh cerita salah seorang teman, saya jadi ingin berbagi cerita. Selama ini mengalah seringkali dihubungkan dengan faktor usia. Misalnya kakak mengalah dengan adik. Tapi tidak demikian yang terjadi di dalam keluarga kami.

Saya dibesarkan dalam keluarga yang demokratis. Setiap anggota keluarga diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya masing2. Biasanya kami menggunakan waktu makan malam untuk berbicara. Ketika keluarga lain memiliki aturan “kalau makan jangan ngomong”, dalam keluarga kami, kami diperbolehkan berbicara. Saat makan malam adalah saat seluruh anggota keluarga berkumpul.

Saya adalah bungsu dari 3 bersaudara. Kedua kakak saya adalah laki2.. Beberapa orang yang saya temui yang mengetahui kalo saya adalah anak bungsu dengan 2 saudara laki2 berkata “Waah.. enak ya, perempuan satu2nya”. Enak? Pikir saya saat itu.. Bersaudara dengan 2 laki2 badung seperti mereka? :P

Dengan 2 saudara laki2, saya tumbuh menjadi anak perempuan yang pemberani, tidak manja dan mandiri.. Thank to them.. Bagaimana tidak? Dengan 2 kakak laki2 saya diajarkan bermain layang2, panjat2an dan pukul2an..!! :D

Saya bersyukur mempunyai mama dan bapak (begitu saya memanggil kedua orang tua saya) yang tidak membeda2kan anak2nya.. Dalam keluarga kami semua anggota keluarga pernah merasakan yang namanya mengalah.. hanya saja diistilahkan dengan “gantian sama yang lain”. Jadi, ketika kakak sulung saya membutuhkan sepatu, maka adik2nya baru akan mendapatkan barang yang dibutuhkan di bulan berikutnya..

Kakak sulung saya terpaut 3 tahun di atas saya, sedang kakak kedua hanya 1 tahun. Dengan 2 kakak laki2 di atas saya, otomatis saya memiliki banyak “warisan” sehingga saya jarang membeli celana jeans.. mengingat adanya warisan celana jeans yang banyak dari kakak2 saya. Belum lagi sepatu keds hitam untuk sekolah, lalu buku2 pelajaran.

Ketika kakak sulung saya mendapatkan buku baru, kakak kedua mendapatkan warisan, maka saya mendapatkan harta karun… Bagaimana tidak, ketika buku2 tersebut sampai pada saya, kondisinya pasti sudah tidak mulus.. tak jarang buku itu mengeriting di pinggirnya (bahasa Jawa-nya menglinthing?! :mrgreen: ). Ibu saya pun menyetrika buku tersebut dengan penuh kasih sehingga nampak lurus seperti baru..

Karena cerita ini versi saya, si bungsu.. Maka saya akan menceritakannya dengan sudut pandang saya.

Sebagai bungsu, saya merasa saya yang paling banyak mengalah.. bagaimana tidak. Ketika kakak saya mendapatkan barang baru saya harus mengalah menerima semua warisan2 dari kakak saya. Begitupun jika ada acara family gathering yang diadakan di kantor tempat ayah saya bekerja. Ketika awalnya kami bertiga yang ikut.. lambat laun tinggal saya dan kakak kedua saya.. Lalu akhirnya tinggal saya saja yang ikut. Kakak2 saya yang sudah beranjak besar pasti menolak dengan alasan “Malu ah udah gedhe.. yang ikut anak2 kecil semua”. Karena acara ini family gathering, sangat aneh rasanya kalau hanya bapak dan mama saya saja yang mengikutinya.. sehingga sayapun mengalah untuk akhirnya selalu hadir dan mengikuti kegiatan tersebut sampai saya SMA (atau bahkan sampai kuliah.. :mrgreen: ).

Begitu pun saat saya memutuskan untuk masuk perguruan tinggi. Kedua orang tua saya tidak memperbolehkan saya untuk kuliah di luar kota, dengan alasan anak perempuan, kuliahnya dekat dengan orang tua saja..

Saya pun menghabiskan waktu yang paling banyak bersama dengan bapak mama saya, dan saya bersyukur karena saya mendapatkan banyak pelajaran hidup dari beliau..

Demikian saya buat tulisan ini hanya untuk berbagi.. dan saya pun ingin menyampaikan bahwa Mengalah itu bukan cuma milik kakak…

Semoga bermanfaat… :)

My Diary..

Dulu.. jaman baheula.. Pernah ada film DOOGIE HOWSER, MD. Ngga tahu orang2 masih pada inget ngga ama film yang satu ini.. Film tentang seorang dokter yang muda banget.. Jadi dokter ketika ia berusia 14 tahun..

Bukan cerita tentang si dokter ini sebenarnya yang pengen aku angkat.. Tapi lebih pada kebiasaan si dokter di akhir cerita untuk selalu menulis di komputernya *dulu blom jamannya laptop* :D .. Tentang kegiatannya sehari-hari dan pelajaran apa yang ia dapatkan di hari tersebut.. :)

INSPIRATIF… !!

Sebisa mungkin pengen juga nuangin tentang kegiatan sehari-hari dan cerita-cerita di baliknya.. Jadi, semacam menulis diary.. :)

Ya.. semoga ada pelajaran hidup setiap harinya.. :)

semoga!

takut kehilangan….

Pernah ngga ngerasa takut kehilangan?? entah itu seseorang… barang.. atau apapunlah…

pernah ngga berpikir….

bahwa semua yang kita punya hanya titipan… Titipan dari Sang Pencipta.. Entah itu suami, istri, anak… harta… bahkan rasa bahagia…. Jadi ibarat kita ‘dipinjami’, ketika Sang Pemilik memintanya kembali… seharusnya kita ikhlas…

Ketika kita merasa bahwa semua ini adalah titipan dan kita hanya ‘dipinjami’… Maka kita akan sadar bahwa tidak ada yang benar2 milik kita… kita ini ngga punya apa2… semua hanya titipan…

Kalo kita sadar kita ngga punya apa2… Kenapa harus ngerasa takut kehilangan??

sendirian………?

buat apa ngerasa sendirian…?

kita ini lahir sendiri…

meninggal juga sendiri…

dihukum sendiri…

salah ya salah kita sendiri…

kalo berbuat baik amalnya juga buat kita sendiri….

klo punya masalah.. pasti dari diri kita sendiri juga…

Kalo sudah begini….

Mengapa harus merasa kesepian dan sendiri???

Bukankah kita memang sendirian..?

Surat Untuk Sahabat…

dear sahabat…

entah sudah sejak berapa lama aku tidak menghubungimu lagi.. entah sudah ribuan.. ataukah puluhan ribu waktu tak lagi kuhabiskan mengisi waktu dengan menulis surat padamu…

dear sahabat…

waktu cepat sekali beranjak sejak aku tak lagi menulis padamu…

aku lebih banyak berkutat dengan rutinitas dan kehidupanku sehari2…

tiada lagi kusempatkan waktu menyapamu.. untuk menceritakan kegiatanku sehari2.. seperti yang biasa kulakukan di kala aku masih belia…

hal indah.. hal sedih.. hal membahagiakan… selalu kita bagi bersama… engkaulah belahan jiwaku…

sahabat.. semakin lama waktu mencekikku semakin erat… banyaknya kegiatan dan semakin sedikit waktu tersisa… bahkan waktu untuk diriku sendiri…

tiada lagi kusentuh kertas surat wangi rempah dan buah2an yang biasa kugunakan menulis padamu…

tiada lagi kusentuh bolpoin bertinta ungu yang kugunakan menulis padamu…

bahkan meja tempatku menulis terasa sedikit berdebu…

sahabat…

dulu kau yang paling mengenalku.. jauh lebih banyak yang kuceritakan padamu dibandingkan kepada orang tuaku sendiri sekalipun…

kau yang paling mengertiku.. memahami perasaanku…

dan tidak pernah menghakimiku…

kapanpun aku datang padamu… kau membuka tanganmu untuk menyambutku…

setiap kali aku ingin merebahkan diri untuk menangis… kau selalu menyediakan bahumu untukku…

bahkan ketika tiada kata yang dapat terucap dari bibirku ini… engkau setia menemaniku dalam diam.. dalam hening… dan seakan2 aku telah ‘membagi’ beban ini denganmu….

senyumanmu membuat aku damai.. tatapanmu tulus menyatakan bahwa aku tak pernah sendirian… dan riang tawamu membuat hari2ku selalu indah…

dear sahabat…

entah sudah berapa lama aku tak lagi mendengar suaramu… membaca tulisan2mu.. dan berbagi hari2 denganmu….

engkau yang dulu sangat mengenalku… paling memahamiku.. mungkin kini tak lagi mengenalku..

bahkan diriku…!!

aku pun tak mengenal diriku sendiri….

apa yang terjadi pada diriku….???

sejak aku tak lagi menghubungimu…

aku tak tahu apalagi yang bisa kubagi denganmu…

masihkah engkau menerima apa adanya aku…

masihkah kau sambut aku penuh cinta dan sayangmu…

masihkah engkau menatapku tanpa pandangan menghakimi…???

aku takut sahabat… aku takut penolakanmu…

aku takut aku tak lagi menerima uluran tangan ramahmu.. oh sahabatku… masih pantaskah aku disebut sebagai sahabat….???

aku takut engkau akan ‘menemukan aku’ di kala aku berbohong tentang keadaanku sekarang

aku takut engkau akan tahu bahwa aku tidak baik2 saja…

bahwa banyak yang kusembunyikan darimu

hingga aku tak lagi menulis padamu…

aku takut… bahwa kau akan melihaku seperti mereka melihatku…. aku tak siap kehilanganmu…

kehilangan satu2nya temanku…

aku sendirian sahabat… dan aku memilih menjauh darimu.. menghindar darimu….

Kini… setelah sekian lama aku akhirnya kembali…

setelah tiada lagi yang dapat kubagi padamu…

aku mencoba ‘kembali’ untuk berjumpa denganmu… aku berharap apa yang kita miliki tak pernah pergi sama sekali…

tapi… ternyata harapan tinggallah harapan…

engkau pergi sahabat…

tak lama sebelum aku datang padamu..

betapa egoisnya aku.. tak pernah ku tahu engkau mengidap sakit yang serius…

apalah artinya persahabatan ini.. aku tak ada di saat engkau membutuhkan aku…

kini… engkau pergi selamanya dariku…

dan aku akan selalu mengenangmu… dengan semua yang pernah kita miliki…

persahabatan kita…

kini aku sendiri.. benar2 sendirian…

dengan separuh diriku… karena separuh yang lain pergi bersamamu…

akankah ada yang dapat mengisinya lagi…

dear sahabat,

aku benar2 merindukanmu….

*****

Dari tepi danau.. seorang perempuan muda memasukkan secarik kertas ke dalam sebuah botol bening… dan menghanyutkan botol itu ke tengah danau…

angin yang berhembus membawa perlahan botol itu ke tengah danau… dan angin sepoi2 mengibaskan kertas yang diselipkan di leher botol… secarik kertas berpita ungu… dengan tulisan bertinta ungu… “Surat Untuk Sahabat..”

Berhenti MENGELUH yuuukk.. :D

Berawal dari niat untuk menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik, terciptalah ide untuk membuat gelang ini… gelang anti mengeluh (itu bahasa Indonesianya.. :P )

Ternyata.. diakui ato ngga, hampir semua manusia di dunia ini ngga puas dengan keadaannya.. makanya mereka selalu “mengeluh” dan pengen (ngerubah) dunia (menjadi) seperti yang dia pengenin… :mrgreen:

Kalo semua orang punya pikiran yang sama untuk ngerubah dunia.. Akan seperti apa ya kira2 dunia ini…….?

Karena ngga mungkin kita ngerubah lingkungan di sekitar kita jadi seperti yang kita pengenin.. (apalagi ngerubah dunia ya?! :P ), maka yang harus kita lakukan adalah merubah pola pikir kita.. sudut pandang kita.. dan belajar untuk menikmati keadaan yang kita miliki (bahasa ‘kerennya’ mah mensyukuri nikmat.. :D ).

Untuk ‘belajar’ menjadi manusia yang bisa mensyukuri nikmat serta mensyukuri apa yang kita miliki.. Cara yang sederhana adalah belajar ngga mengeluh… Ngga complain ama hal apapun yang terjadi di sekitar kita.. Termasuk apa yang kita miliki maupun yang ngga kita miliki….

Dari niat untuk membuat orang berhenti “complain” inilah salah seorang Pendeta di Amerika sono mempunyai ide menciptakan gelang anti mengeluh ini.

Tanpa ada embel2 keagamaan.. (tenang… Tulisan ini sama sekali ngga ada hubungannya ama SARA pren.. :D ) saya mencoba menjabarkan gimana cara gelang ini bekerja…

Teorinya.. kita cukup masang gelang di salah satu pergelangan tangan kita.. Trus.. Mulai dari saat kita make gelang tadi.. Kita diminta untuk BERHENTI MENGELUH… Termasuk di dalamnya.. ngomel.. menggerutu… nggremeng pokoknya semua hal yang ada hubungannya dengan masalah hati.. terutama yang ada hubungannya dengan perasaan NGGA PUAS.. (karena klo kita ngga puas bin ga setuju, biasanya kita mengeluh kan?? :D ).

Tapi ngga berhenti di situ ajah… Misi kita sebenarnya adalah menggunakan gelang tersebut tetap di tangan yang sama selama 21 hari. Jadi misalnya kita udah pake gelang di tangan kanan selama 3 hari.. lalu kita complain ama tingkah laku sodara kita, maka kita harus memindahkan gelang tersebut ke tangan kiri… dan memulai lagi dari awal (waktu selama 3 hari yang udah digunakan untuk make gelang di tangan kanan dianggap hangus… Jadi mulai lagi hari ke 1, dst).

    Kenapa harus 21 hari ????

Karena ternyata… Waktu yang diperlukan manusia untuk merubah kebiasaan itu adalah 21 hari… Jadi diharapkan seandainya kita bisa mempertahankan gelang di tangan yang sama selama 21 hari (atau lebih.. :razz: ) berarti kita sudah ikut andil untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik…

Yaitu tempat yang BEBAS DARI KELUHAN… :D

Tertarik untuk ikutan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik…? :mrgreen:

Di Hari Ulang Tahunku…

Tut…tut…tut… suara telepon ditutup di seberang sana membuat hati Diana panas. Sepanas kedua bola matanya yang nyaris meneteskan air mata. Untuk yang kesekian kalinya, Diana dikecewakan oleh sikap dingin yang ditunjukkan oleh Dhany. Ingin rasanya Diana menghambur ke kamar dan menangis sepuas-puasnya di dalam kamar. Tapi, itu tidak dilakukannya, Diana tidak ingin menimbulkan kecurigaan mama maupun papa bila ia mengunci pintu kamar terlalu lama. Akhirnya Diana masuk ke kamar dan mengunci pintunya, lalu membuka laci meja belajarnya dan mengambil sebuah buku kecil berwarna biru. Buku hariannya. Lalu ia mulai menulis semua perasaannya yang selama ini dirasakannya.

09 September 2002
Dear Diary,
Hari ini aku bete abis. Dhany bener-bener ngeselin. Kesannya dia ngehindar dari aku. Masa’ waktu Ian tanya kemarin dia kemana, dia balik nanya emangnya kenapa?! Kesannya ada yang ditutupin… Huh…. Bete banget!!!Oh iya, tahu ngga, kaya’nya Dhany mulai ngga sayang sama aku. Bahkan mungkin, dia udah lupa sama ultah aku. Huh.. kok gitu sih ?!!! aku jadi sedih banget nih…

Brak !!!
Diana membanting keras pesawat teleponnya saat terdengar suara “telepon yang anda tuju sedang tidak aktif …” “Lagi-lagi nggak aktif…” ujarnya kesal dalam hati.

Sabtu, 14 September 2002
“Eh…Diana, met ultah ya… moga panjang umur, sehat selalu dan awet terus sama Dhany…!!!” sapa Lili saat melihat Diana memasuki kantin saat pergantian jam kuliah. “Makasih ya Li,” balas Diana. “Eh, loe ada kuliah ngga abis ini ?!! Gue mo ngomong penting nih ama loe” saat melihat gelengan kepala sebagai jawaban dari Lili, serta merta Diana menarik lengan Lili dan mengajak gadis itu duduk di kursi di sudut taman fakultasnya.

“Jadi gitu Li, gue kan bete banget. Emang sih dia sibuk banget. Tapi masa’ sih dia ngga sempet balesin sms gue. Atau telepon gue di rumah ?!! oh iya, kemarin dia ada acara di kampusnya, trus… dia jadi panitia. Waktu gue telepon di hp-nya yang ngangkat cewe coba.. berani amat. Emang tuh cewe siapa?!!! Bikin kesel!!! Waktu gue tanya, jawabannya temen panitia. Waktu itu dia lagi shalat, jadinya hp-nya ditinggal di tas.” “Oh iya Li, ntar sorean kita jalan yuk… sekalian aku traktir. Sekarang kan gue ultah…” “Tapi Ian, loe ngga pergi sama Dhany ?! ini kan malam Minggu?!! Apalagi sekarang loe ultah?! Gue sih besok-besok aja loe traktirnya juga ngga apa-apa…” “Wah… loe ada janji ya Li?! Oh iya, loe janjian ma Fajar ya Li… gue lupa. Ini kan malam Minggu… Ya udah deh.. have fun aja… besok gue telpon lagi… Eh, gue ada kuliah nih bentar lagi.. gue duluan ya Li..” “Eh, bentar Ian, gue….” belum sempat Lili menyelesaikan kalimatnya, Diana sudah beranjak pergi meninggalkan Lili menuju ruang kuliahnya.“Ya udah… Lili nggak bisa ikut, gue pergi aja sendiri. Lagian, nggak ada yang inget kalo gue ultah. Cuma Lili aja yang inget, mama sama papa juga lupa… Dhany apalagi. Sebel…” pikir Diana di dalam hati.

Diana mengarahkan laju VW Beetle birunya menuju Tunjungan Plaza. Usai memarkir Beetle kesayangannya, ia menuju ke counter es krim favorite-nya dan menikmati es krim favoritenya tersebut sedikit demi sedikit. Perasaan miris melandanya saat dilihatnya sepasang kekasih sedang bersenda gurau sambil menikmati es krim di sudut ruangan. Merasa sedikit kecewa, Diana meninggalkan restoran tersebut dan memutuskan untuk pulang.

Dhany melirik jam G-Shock biru di pergelangan tangannya. Pukul 21.15 WIB. Dengan perasaan cemas, ditekannya nomor ponsel Diana. Ada nada dering, tapi tidak ada yang mengangkat. Dhany mencoba untuk menelepon ke rumah Diana. Mama Diana yang mengangkat, “Ooh… nak Dhany, Diana belum pulang. Tadi Diana telepon tante, katanya pulang kuliah langsung mo pergi sebentar. Iya… semua sudah beres. Ooh… begitu, ya… Wa’alaikum salam.

Pukul 21.35 WIB, saat terdengar laju Beetle biru Diana memasuki halaman rumah bercat putih tersebut.“Assalamu’alaikum,“. “Wa alaikum salam. Eh, Diana. Tadi Dhany telepon. Katanya minta maaf  hari ini dia nggak bisa datang malam mingguan ke sini. Ada acara di kampusnya sampe malam.” “Iya ma, kemarin Dhany udah telepon. Ma, Ian ke atas dulu, udah ngantuk, selamat tidur Ma..” “Selamat tidur, sayang…” jawab mamanya.

Saat masuk ke dalam kamarnya, detak jantung Diana nyaris berhenti. Tiba-tiba kedua bola matanya terasa panas dan air mata mengalir perlahan di kedua pipinya, disertai rasa haru. Pelan tapi pasti, Diana mengangkat gagang telepon dan menekan nomor telepon Dhany. Usai berbicara dengan Dhany, Diana menghambur keluar dari kamarnya dan menemui mama – papanya di ruang tengah.

14 September 2002
Dear Diary,
Hari ini adalah hari yang paling bete sekaligus paling menyenangkan dalam hidupku. Hari ini semua orang nyuekin aku dan pura-pura lupa kalau hari ini aku ultah. Tapi ternyata, mereka pengen bikin “surprise” buat aku. Dan aku bener-bener seneng….Waktu masuk kamar tadi, aku bener-bener terharu sampe nangis… Di kamar, Dhany (dibantu mama), naruh bunga mawar pink favorite-ku di atas tempat tidur sebanyak jumlah usiaku. Mama – papa ngasih boneka Pooh gedhe yang aku pengenin. Dan di sudut ruangan di atas meja rias, ada black forest berbentuk hati dengan tulisan cantik “Met Ulang Tahun Ian sayang…. Aku Sayang Kamu…” dari Dhany. Plus sebuah kartu ultah dan surat singkat dari Dhany yang ngejelasin tentang semua kesalahpahaman antara kita berdua selama ini. Dan dia bilang kalo dia sayang banget sama aku!! Dhany juga berjanji akan bersedia ngabisin satu hari penuh, hari Minggu besok buat aku. Aku seneng banget !!!!

Met malam diary-ku sayang……, kaya’nya aku bakalan mimpi indah malam ini.. He..he.. :mrgreen:

cake.jpg

Bayangan Kesempurnaan..

The Man Part. 01

Setiap orang di dunia pasti punya pengalaman simpatik.. kagum.. naksir.. jatuh cinta… pedekate… jadian… bahkan putus cinta! Kalo lagi fallin’ in love.. Rasanya ngga ada yang lebih indah ketimbang berduaan ama orang yang paling disayang.. Kadang, saat fallin’ in love.. mereka lupa ama yang namanya ’org2 di sekitar’.. entah ortu, kakak, adek, temen.. ato siapapun.. BERASA dunia milik berdua! Norak emang.. tapi mungkin di situlah letak ’indahnya’ jatuh cinta… :D

Punya pasangan bikin orang ngerasa ’lengkap’ dan ’sempurna’ Memiliki rasa cinta yang sama membuat mereka serasa bener2 ditakdirkan berdua.. Jodoh.. soulmate… belahan jiwa.. Bahkan separuh napas!!! (kasian juga.. selama ini mereka pasti susah kalo mo napas..  :mrgreen: )

TAPI… Gimana ceritanya kalo seandainya kisah cinta kita dengan sang soulmate harus berakhir??? Entah gimana awalnya… Tapi yang pasti FAKTA menyatakan kita harus pisah.. ngga bisa lagi bareng2 ama orang yang (pernah) kita jadiin tambatan hati.. Padahal kita sayang banget ama dia dan ngerasa dia adalah ”the one” kita… Kalo berdasarkan jajak pendapat.. Ada yang mewakili perasaannya dengan kalimat ”bagaikan kehilangan separuh hidupku” (tragis memang… But.. that’s life..)

LALU.. Hari demi hari dihabiskan menyesali masa lalu.. Bulan berganti.. Tahun berganti.. dan kita seakan tersadar!! Kita ngga bisa hidup dengan cara seperti ini.. Kita harus bangkit… Harus bisa melawan rasa sesal dan sedih ini.. Hidup harus terus berjalan…. Lalu kita bertemu dengan orang yang baru… Kita menjadi akrab.. Berbicara tentang hidup.. Merasa cocok.. Namun sebagian dari diri kita masih kosong.. Ruang tempat ”soulmate” masih hilang… Masih tak ingin digantikan oleh ’yang lain’… Sebagian dari diri berkata… Kamu harus bisa melupakannya.. The one telah meninggalkanmu.. Kenapa engkau tidak mencoba lebih mengenal the other???

Lalu engkau pun memberikan kesempatan untuk hati dan dirimu.. Membuka ruang hatimu untuk disinggahi oleh the other.. Memang.. belum untuk menjadi penghuni tetap… Setidaknya, engkau biarkan dia memasuki pintu itu… Pintu yang telah tertutup cukup lama.. Bahkan nampak cukup berdebu….

The Other.. Bag. satu

Bagaimana jika… Engkau bertemu seseorang yang lucu, menyenangkan, enak diajak bercerita.. Dan sesuai dengan tipemu! Cakep, tinggi, kurus, langsing, pintar, jago olahraga, gaul, dan pintar memberikan nasehat!! (oke, mungkin itu tipe saya… :mrgreen: )  Saya rasa mungkin… Kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk dekat dengan dia.. :mrgreen: . Saya rasa kamu mungkin akan membahas banyak hal dengannya.. Mulai dari olahraga (yah.. mungkin jarang perempuan yang melakukannya.. :mrgreen: ), film, musik, buku, berita terhangat, bahkan mungkin masalah pribadi! Entah bagaimana awalnya.. Tiba2 saja kita merasa langsung dekat.. dan dia masuk dalam mimpi kita!!! [MANA MUNGKINNNNN???! :D ]. Tapi… semakin hari akoe mencoba mengenalnya.. Rasanya… dia (masih) kurang membuka dirinya.. Dan setiap kali aku memandang jauh ke dalam matanya.. Kurasa.. ada ”awan kelabu” di dalam bola matanya.. Jauuuuh di dalam sana… Entah bagaimana mulanya… Lalu dia mulai terbuka… Bicara tentang jalan pikirannya.. Impiannya… Cita2nya… dan harapan2nya… Weits… Dan obrolanpun mengalir… sampai kudengar cerita tentangnya… Tentang “the one”… Seseorang yang menyisakan mendung di dalam bola matanya.. Yang menyisakan tanda tanya besar di benakku.. tatkala ia mulai bercerita.. Tapi lalu berhenti dan tidak meneruskan ceritanya… Ada apa denganmu? (aku serius.. ini bukan lagu peterpan, teman..) Saat bercerita tentangnya, ia terlihat sangat bahagia… Dari matanya kulihat ’kehidupan’.. semangat.. dan keceriaan.. Namun, tak lama, semuanya itu berubah… Berganti raut wajah yang nampak marah dan kecewa… Bercampur mendung kelabu yang selama ini selalu kulihat di bola matanya… Bola mata indah itu nampak berkaca2.. Kulihat sekilas ia menghela napas panjang… Menahan amarah dan (mungkin) mencoba menenangkan diri… Cukup lama ia tertunduk… Sebelum akhirnya…. Menengadahkan kepala dan berkata dengan mimik muka lucu yang biasa ia perlihatkan padaku.. ”Hey… kok aku jadi curhat??!!” ”Aku lapar dek… Cari makan yuuuuk!!!”

”Dek…” YUP !! Dia memanggilku ’dek’ dan kurasa ia hanya menganggap aku adik kecilnya.. Adik yang ia impi2kan karena terlahir sebagai anak terakhir dengan sekian sodara yang semuanya jauuuuh di atasnya… Yah.. Aku cuma bisa dekat dengannya.. menyayanginya… sebagai kakakku!! :(

The Man… Part. 02

Aku menyayanginya…

Sungguh.. aku menyayanginya…. Aku ngga bisa bohong baru kali ini aku bisa begitu bebas mencurahkan apa yang selama ini aku rasakan.. Perasaan yang selalu kutahan..

Sudah terlalu lama aku memendamnya sendirian… Rasanya terlalu sesak… Bagian dari diriku memang hilang separuh… Tapi aku merasa sesak… sesak oleh rasa kecewa dan sedih… Dia membuatku tersenyum… Membuatku senang.. membuatku nyaman.. dan membuatku menjadi diriku sendiri… Aku bahagía bila bersamanya… Sungguh!! Tapi aku belum bisa melupakannya… Kukira aku sudah melupakannya.. Tapi mengapa saat bersama the other aku justru bercerita tentang the one??! Lelaki macam apa aku ini??? Apa aku harus (selalu) menutup mata dan (pura2) tak melihat sinar indah bola matanya saat menatapku?? Sinar indah yang membuatku hanya bisa menunduk.. Sungguh.. Sinar itu pasti lebih terang.. Jauh lebih terang dibandingkan kedua bola mataku yang kurasa tanpa sinar.. redup… sinar yang pergi bersama perginya cintaku dengan the one… Bersama separuh bagian hidupku… Seseorang yang (pernah) membuatku merasa sempurna… Sekaligus menyakiti aku paling dalam…

Da**..!! aku mencintaimu cantik!!!!! Sungguh… Namun engkau meninggalkan aku… Dengan semua harapan akoe… Mengapa aku tak bisa melupakanmu?? Apa yang kau perbuat dengan hatiku??? Aku mencintaimu… dan sekaligus MEMBENCIMU!!!!!!!!

Takkan tega aku menyakiti gadis dengan mata sejernih itu.. Gadis yang meneduhkan aku dengan pandangan matanya yang menyejukkan.. Takkan mungkin tega aku menyisakan mendung kelabu di mata indah nan jernih itu.. Takkan!!! Bola mata indah itu.. Yang selalu menatap dengan rasa ingin tahu padaku.. Yang membuatku merasa dihargai saat bercerita.. Mata indah yang menampakkan kesungguhan.. Kesungguhan dan ketulusan mendengarkan setiap ceritaku… Yang membuatku merasa nyaman berlama2 dengannya… Oooh.. mengapa baru kusadari sekarang??? Mengapa baru kusadari sekarang bahwa aku menyayanginya?? Menyayangi gadis dengan mata indah itu… Aku menyayangimu dek… dan ingin selamanya menatap indahnya bola matamu… Selamanya… :)

*****

The OtherBag. dua

Dear Diary….

Hari ini aku bertemu lagi dengannya… Kabut pagiku… Kamu tahu kan alasan aku memanggilnya kabut?? Karena aku serasa selalu melihat kabut di sekitarnya… Aku merasa kabut itu menghalangi pandanganku saat melihatnya… Kabut itu pula yang selalu kulihat di bola matanya… Kabut yang membuat mata indahnya nampak sedih… Kabut yang menggambarkan suasana hatinya…

Aku menyayanginya Dy.. aku yakin engkau tahu itu…

Setiap aku menulis cerita tentangnya, aku pasti membicarakan tentang pagi cerah yang dibawanya padaku… Di balik mata kabutnya… Dia selalu memberikan mimik muka lucu… Mimik pagi hari yang cerah… Aku tahu ia berusaha membuatku tersenyum.. Katanya… ia senang melihat mataku yang berbinar2… Aku yakin dy… seandainya kabut itu pergi dari wajahnya… Matanya pasti jauuuuh lebih indah daripada mataku… :-)

Seandainya aku tak melihat jauh ke dalam matanya yang penuh dengan kabut… Aku pasti merasa dia adalah orang yang memiliki mata yang paling ’cerah’ yang pernah kulihat… dan memanggilnya dengan sebutan Pagi yang Cerah… :D

Dy, akhirnya aku tahu…

Mengapa di dalam bola mata indahnya selalu nampak mendung yang kelabu… Ternyata, ini semua tentangnya… Tentang dia yang dicintainya… Tentang gadis itu.. Gadis yang mengisi ruang hatinya 2 tahun yang lalu… gadis yang tak bisa lepas dari pikirannya… bayangan kesempurnaannya… Cinta sejatinya…

Aku semakin yakin… Ia hanya menganggap aku adik kecilnya… aku takkan mungkin bisa menggantikan posisi the one di hatinya… Aku bukan orang yang dicintainya.. dan selamanya akan begitu.. Sudah cukup selama ini aku berusaha selalu ada untukknya… takkan mungkin aku bisa bersaing dengan Bayangan Kesempurnaan.. aku takkan pernah bisa…

Kali ini aku akan pergi… Pergi selamanya dari dirinya… meski aku masih menyayanginya… Kak, mengapa engkau tidak bisa melihat.. bahwa aku menyayangimu??  :(

***

Perlahan2.. mendung kelabu mulai nampak terlihat di mata jernih itu… Di tempat yang lain, nampak seseorang dengan mata secerah pagi mencari sesosok mungil dengan bola mata jernih dan berbinar2… Lama ia mencari.. namun ia tidak menemukan bola mata indah itu… Dalam hati ia bertanya apakah ia telah kehilangan……….?

walking-away.jpg

Calon Ibu harus tahu…

Beberapa hari yang lalu… Akoe liat acara di salah satu stasiun TV yang nampilin bintang tamu TIARA LESTARI… -mantan model majalah PlayBoy-..

Yang menarik di sini bukan karena bintang tamunya yang “kebetulan” pernah jadi model majalah khusus (baca: kesukaan) pria.. Tapi justru bahasan tentang “menjadi calon ibu”..

Kok Tiara Lestari berhubungan dengan bahasan tentang calon ibu???

Nah.. sekarang akan saya coba uraikan..

Jadi begini…

Tiara memutuskan berhenti untuk jadi model playboy setelah ibunya memintanya untuk berhenti. Lalu ia menikah dengan salah seorang pria.. yang kebetulan (lagi.. :p) memiliki ibu (mertuanya Tiara) yang berprofesi sebagai Dokter Anak -menurut saya ibu mertuanya ini termasuk seorang dokter yang cerdas-.. :D

Dari obrolan Tiara, ibu mertua dengan si pembawa acara… saya dapat ilmu baru tentang menjadi calon ibu yang sebaiknya diketahui para perempuan (sebagai calon ibu) dan laki2 yang mungkin mendapatkan kesempatan menemani sang istri melahirkan..

BIASANYA…

Para ibu yang melahirkan di Rumah Sakit di Indonesia… Hampir semuanya.. hanya “diberi kesempatan” untuk menyaksikan si bayi yang baru saja dilahirkannya, hanya sebentar saja, setelah bayi tsb lahir..

Dengan kata lain, “perjumpaan” ibu dengan si bayi hanya terjadi “beberapa menit” saja..

Lalu si bayi akan dibawa si suster untuk dimandikan dan lalu dibedhong (dililit dengan kain panjang untuk menghangatkan bayi) dan setelah bayinya bersih (jelas bersih… secara bayi tadi dimandiin.. :p) baru ‘dipaksa’ untuk minum susu dari si ibu…

Padahal… Seharusnya tidak begitu, teman!!!!!

Beberapa foto yang dibawa oleh sang Dokter Anak memperlihatkan keadaan si bayi sekitar 30-40 menit setelah dilahirkan..

Ternyata mereka (baca: bayi) sedang mencari2 puting susu ibunya…!
Malangnya, jika ternyata ketika si bayi mencari ibunya namun tidak ada suster yang melihat dan mereka ‘pasrah’ membuka2 mulutnya saat ia ditinggal di box bayi….!!!! :(

Maka.. untuk menghindari hal tersebut terjadi pada bayi2 yang lain.. Sang Dokter Anak tersebut memberikan panduan yang benar pada calon2 ibu… :D

CARA YANG BENAR (dan sebaiknya dilakukan)

Sesaat setelah si bayi lahir.. Yang sebaiknya dilakukan adalah meletakkan si bayi di dada sang ibu untuk -setidaknya- paling sedikit sekitar 30 – 40 menit..

Ternyata…

Berdasarkan penelitian.. Dada ibu punya “keistimewaan” mengatur suhu secara otomatis…!!

Jadi jika si bayi berada dalam kondisi kepanasan. Maka panas suhu tubuh di sekitar dada ibu akan turun sekitar 2 derajat.. Demikian juga sebaliknya.. Jika si bayi berada dalam kondisi kedinginan.. Suhu tubuh ibu di daerah dada akan naik untuk menghangatkan si bayi.. :)

Dan biasanya.. Sekitar 30 – 40 menit berada dalam dekapan si ibu, bayi akan mencari sendiri puting susu ibunya.. Tanpa harus dipaksa2… (“,)

Manfaatnya…

Dari penelitian, dengan melakukan tindakan seperti di atas (meletakkan bayi di atas dada ibu sesaat setelah lahir selama +/- 30 – 40 menit) akan menurunkan resiko bayi yang meninggal di bawah usia 28 hari…

Untuk keluarga muslim, juga disarankan ketika bayi berada dalam dekapan sang ibu (di atas dada ibu) maka sang ayah mengumandangkan adzan di telinga sang bayi…

Kalo menurut saya: Hal ini akan menenangkan si bayi.. :D

[membayangkan sajah rasanya sudah damai... banget.. :D ]

Semoga bermanfaat…. :D

smiling-baby.jpg

Feels like home…

Aku memimpikan sebuah rumah..
Tempatku berteduh dari panas
Tempatku berteduh dari dingin..
Tempatku merasakan kehangatan..
kenyamanan.. dan rasa bahagia…

Aku memimpikan sebuah rumah..
Bukan rumah dengan hiasan emas dan permata..
Bukan bangunan kokoh dengan baja mengelilinginya..
Hanya sebuah tempat sederhana..
Dimana aku merasa aman dan nyaman…
Bukan karena banyaknya gembok2 baja untuk menguncinya..
Namun perasaan aman karena aku bersamanya..

Aku memimpikan sebuah rumah…
Yang selalu membuatku bahagia..
Bukan karena banyaknya harta dan emas permata yang menghiasinya
Tapi karena tawa riang permata hatiku yang menciumku dengan tulus dan memanggilku bunda…

Aku memimpikan sebuah rumah…
Yang membuatku merasa berarti…
Bukan karena penghargaan dan pujian yang kudapat dari apa yang telah kulalukan..
Tapi dari tatapan sayang seseorang yang mencintaiku dengan tulus..

Aku memimpikan sebuah rumah…
Yang membuatku merasa teduh…
Bukan karena mesin elektronik mahal yang dapat menyejukkan ruangan..
Tapi karena senyuman indah milik seseorang yang menyayangiku dengan tulus..

Aku memimpikan sebuah rumah..
Yang membuatku merasa damai…
Tanpa teriakan dan umpatan kemarahan…
Tapi rumah yang membuat semua penghuninya merasa bahagia..
Merasa tentram..

Sebuah rumah sederhana..
Rumah impian…
Dimana setiap penghuninya selalu mengucapkan “Assalamu alaikum” setiap akan masuk atau meninggalkan rumah

Aku memimpikan sebuah rumah..
Dimana ketika aku berada di dalamnya aku bisa berkata…
Feels like home.. :D

sweet-home.jpg